Analisis SNACK VIDEO: Seberapa Ramah UI dan UCD-nya?

Beberapa tahun belakangan, tren dan minat kalangan masyarakat terhadap konten video pendek dari waktu ke waktu semakin banyak disukai. Video pendek dianggap ringkas, menarik, hemat biaya, dan dapat mengatasi tantangan masyarakat yang membutuhkan informasi dengan durasi singkat.

Nyatanya, masyarakat sekarang lebih suka mengulang-ulang video pendek dibandingkan video berdurasi panjang, bukan? Oleh karena itu, di tengah hadirnya tren ini, banyak platfrom-platfrom video pendek yang dikembangkan, salah satunya Snack Video.

Kamu bisa klik dulu text 'Snack Video' di atas untuk mengenal aplikasinya lebih jelas sebelum kita lanjut....

   𝐒𝐍𝐀𝐂𝐊 𝐕𝐈𝐃𝐄𝐎: 𝐏𝐥𝐚𝐭𝐟𝐫𝐨𝐦 𝐕𝐢𝐝𝐞𝐨 𝐏𝐞𝐧𝐝𝐞𝐤 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐨𝐩𝐮𝐥𝐞𝐫

 


[Snack Video] - Merupakan salah satu platfrom aplikasi video pendek yang dirilis oleh Kuaishou Technology sejak tahun 2011, sebuah perusahaan di Tiongkok, fungsinya mirip dengan TikTok, tidak kalah populer di kalangan pengguna. Fitur dari Snack Video juga menarik sehingga aplikasi ini disambut baik oleh para penikmat video pendek. Platfrom video pendek ini mempunyai keragaman vidio yang beresonansi dinamis dengan penggunanya. 

Lalu bagaimana dengan struktur aplikasinya? Seberapa ramah User Interfance (UI) dan User-Centered Design (UCD) platfrom video pendek Snack Video. Mari kita tinjau lebih dalam.

 

User interface (UI) merupakan interaksi antara sistem dan pengguna melalui perintah. Mari kita analisis User interface (UI) pada platfrom video pendek Snack Video:

𝙃𝙖𝙨𝙞𝙡 𝘼𝙣𝙖𝙡𝙞𝙨𝙖 𝙐𝙨𝙚𝙧 𝙄𝙣𝙩𝙚𝙧𝙛𝙖𝙘𝙚 (UI):

Keunggulan:

1. Tampilan aplikasi (fokus penuh pada konten video, icon lengkap dan sederhana).

2. Navigasi tombol interaksi (like, comment, share) mudah untuk di jangkau oleh pengguna.

3. Komponen warna hitam-kuning-putih sebagai identitas platfrom Snack Video.

4. Responsif saat di scroll sekali klik.

 Kekurangan:

1. Tidak ada tampilan dark mode.

2. Tampilan konten vidio kurang HD membuat tampilan terasa kurang menarik.

 

 
Gambar 1.  Tampilan konten terlihat kurang HD, icon sudah lengkap namun terlalu besar.

3. Tombol interaksi dan icon terlalu besar membuat tampilanya menjadi penuh dan tidak rapi. 



User-Centered Design (UCD) adalah sebuah proses desain interface (antarmuka) yang fokus pada tujuan keguanaan, karakteristik pengguna, lingkungan, tugas, dan alur kerja di dalam desainnya. Mari kita analisis User-Centered Design (UCD) pada platfrom video pendek Snack Video:

𝙃𝙖𝙨𝙞𝙡 𝘼𝙣𝙖𝙡𝙞𝙨𝙖 𝙐𝙨𝙚𝙧-𝘾𝙚𝙣𝙩𝙚𝙧𝙚𝙙 𝘿𝙚𝙨𝙞𝙜𝙣 (UCD):

            Keunggulan:

            1. Pengalaman akses pengguna (kemudahan scroll konten dan pencarian konten).

 

Gambar 2. Fitur pencarian yang memberikan efisiensi bagi pengguna.

            2. Menyediakan fitur pendukung pembuatan konten (efek video, template vidio).

Gambar 3. Fitur template yang mendukung pengguna dalam membuat konten.

            3. Terdapat fitur koin yang memberikan atensi lebih bagi pengguna dalam mengeksplor aplikasi.

           Kekurangan: 

           1. Aksesibilitas terbatas (tidak ada subtitle otomatis, dark mode, fitur pengaturan tersembunyi).

           2. Algoritma tampilan rekomendasi konten acak tanpa ada analisis genre konten.

           3. Kontrol akan konten masih belum tersedia sehingga rentan untuk penggunaan anak-anak. 

           4. Sering terdistraksi fitur hadiah.

 Gambar 4. Fitur hadiah sering mengganggu saat men-scroll video.

Ditinjau dari hasil analisis yang telah dilakukan, Snack Video memiliki keunggulan tampilan yang cukup mudah dipahami bagi pengguna, namun dari segi UCD masih tergolong minim dalam memberikan pengalaman lebih untuk pengguna terutama di personalisasi, aksesibilitas, dan keteraturan tampilan.

Jadi setelah ditinjau lebih dalam menganalisis platfrom video pendek Snack Video, aplikasi ini cukup tergolong dalam kategori Poor Design.

 Poor Design

Apa itu Poor Design? Poor Design diartikan dalam Bahasa Indonesia sebagai desain yang kurang memenuhi kebutuhan penguna.

Karena, jika dibandingkan dengan platfrom video pendek lainnya seperti Tiktok, YouTube Short, Rednote, dan sebagainya, melihat dari performa yang diberikan kepada pengguna sudah cukup bagus untuk sebuah platfrom video pendek, yaitu fokus penuh pada konten, navigasi sederhana yang telah memenuhi efisiensi penggunaan, dan responsif, namun kualitas konten yang kurang HD dan kurang halus yang mana ini menjadi poin utama yang seharusnya diperhatikan secara penuh, banyak fitur penujang yang belum tersedia, algoritma tampilan yang belum sempurna, serta masih seringnya terdistraksi sehingga mengganggu emosional pengguna membuat Snack Video masih kurang sempurna dalam memberikan personalisasianya. 

Kesimpulan: 

Snack Video merupakan platfrom video pendek yang populer disukai kalangan pengguna namun dari kualitas konten dan fitur-fiturnya masih perlu untuk diperbaiki dan diperbarui untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi dan tentunya ramah bagi pengguna.


Sumber referensi: 

Iryani, E. (2022) “Penerapan Media Snack Video Dalam Meningkatkan Kemampuan Speaking Mahasiswa Bahasa Inggris,"

Dito Pradita Nugroho. (2023) "Analisis UI/UX menggunakan Metode User Centered-Design Pada Aplikasi TSP Mobile".

Rap Yobel Nathania. (2024) "Tingkat Kepuasan Gen Z Menonton Konten Video Berita Pendek Ini Narasi Di Tiktok @Narasi".

Intan Sandra Yatana Saputri. (2017) "Penerapan Metode UCD (User Centered Design) pada E-Commerce Putri Intan Shop Berbasis Web".




0 Komentar